Thursday, May 31, 2012

Ironi Iklan Seksi

Perempuan itu selalu ada di mana-mana. Saat dia ada di acara lelang untuk melelang barang, perempuan itu datang dengan pakaian bagus dan make up anggun dan duduk di sela-sela kursi tamu eksekutif. Di acara pengadilan, saat dia hendak mengumumkan putusan, perempuan itu juga ada di antara bangku penonton sambil duduk manis. Dan ketika dia menghadiri acara pertunjukan orkes, perempuan itu ada di antara barisan orkestra dengan main biola, sementara mata tajam femininnya menatap dirinya sepanjang lagu. Sepulang segala acara, dia sendiri pulang ke kamarnya yang elegan dan minimalis, si perempuan sudah ada di sana, menyambutnya dengan gaun kamar apa adanya, dan mereka akan melalui malam yang panjang sembari mengitik-ngitik satu sama lain, seperti malam-malam sebelumnya.

Itu iklan (yang sayangnya sebetulnya) rokok, suka wara-wiri di tivi pada sekitar 10 tahun dulu, durasi sekitar 60 detik, dimainkan jam 11 malam supaya nggak ditonton anak-anak di bawah umur yang belum tidur.

Kenapa saya bisa hapal iklan itu di luar kepala? Karena saya suka musik ilustrasinya. Dan kedua, iklan itu seksi. Percaya atau tidak, biasanya kalau saya nonton tivi, waktunya iklan, saya langsung pencet remote dan pindah ke channel lain, tapi khusus iklan yang ini, saya nggak pernah pindah channel dan saya selalu nonton iklannya dari awal sampek selesai.

Iklan, bagi saya adalah suatu pertunjukan seni dan saya sangat menghargai iklan yang digarap dengan sangat artistik, contohnya ya iklan rokok ini. Dan saya sangat menyayangkan, iklan-iklan paling bagus yang pernah saya tonton di tivi, justru paling banyak adalah iklan rokok. Ironisnya, saya anti rokok.

Ini salah satu sebab kenapa kita sulit membasmi rokok dari bumi negara kita. Karena pencitraan rokok sebagai simbol kekerenan, kemewahan, dan segala citra yang bagus-bagus lainnya membuat orang sulit percaya bahwa merokok itu sama sekali nggak keren. Padahal kita semua tahu, di semua iklan rokok yang bagus-bagus itu, tidak satu pun iklan itu menggambarkan orang merokok. Inilah liciknya iklan rokok. Dia menipu kita, termasuk menipu saya.

Pagi ini, di Hari Tanpa Tembakau Sedunia, teman saya bertanya di statusnya, berapa banyak tagline iklan rokok yang Anda ingat?
Saya sendiri nggak pernah ngapalin tagline rokok.
Tapi jika saya disuruh menunjuk iklan yang paling bagus yang pernah saya tonton, saya pasti akan jawab iklan rokok. Dan saya sangat iri. Saya sungguh berharap, saya bisa bikin iklan berbau obstetri-ginekologi yang seseksi iklan rokok itu..
http://laurentina.wordpress.com
www.georgetterox.blogspot.com