Sebenarnya Sekarbela bukan satu-satunya tempat yang jualan mutiara di Mataram, coz masih ada tempat lain yang jual mutiara lengkap dengan sertifikatnya yaitu di kawasan Selaparang. Tapi kebetulan di Selaparang harganya jauh lebih mahal, mungkin lantaran mutu kemasannya juga lebih bagus. Saya cerita soal Sekarbela aja, coz tempat ini lebih beken di kalangan turis.
Kenapa mutiara air laut lebih mahal? Coz memang mutiara air laut ukuran butirannya gede dan isinya memang berat. Di Sekarbela, penjualnya membanderol mutiara air laut dengan harga antara Rp 200-250 ribuan/gram. Adapun mutiara air tawar, biarpun volumenya segede mutiara air laut tapi massanya nggak sebanyak itu.
Ada juga orang nyaranin buat mbedain mutiara air laut dengan mutiara air tawar, yaitu dengan cara dibakar. Mutiara air laut biasanya tahan bakar, sedangkan mutiara air tawar nggak tahan bakar biarpun nggak meleleh. Bisa juga pakai trik menggigit mutiara dengan gigi. Mutiara air tawar bisa tergores oleh gigi, sementara mutiara air laut nggak akan kena gores. (Tapi saya mbatin dalam hati, memangnya siapa sih yang mau gigit-gigit mutiara?)
Persoalan dalam milih mutiara ketika belanja:
1. Banyak mutiara dijual dalam keadaan nggak mulus. Ada yang udah retak, dan cacat itu sendiri memengaruhi kualitas mutiara. Meskipun penjualnya sendiri berkilah bahwa retak itu memang aselinya dari kerangnya.
2. Saya kepinginnya mutiara item, nyatanya susah banget nyari mutiara yang warnanya sungguh-sungguh item. Kebanyakan mutiara yang diklaim item nyatanya berwarna item keabu-abuan, bukan item ngemplak kayak urang-aring gitu.
3. Mesti cari penjual mutiara yang beneran kerjanya apik, bukan asal-asalan. Pada teknisnya di lapangan (ceilee..ini kan ngomongin toko perhiasan, bukan lapangan), kita beli mutiara terus ditanem ke perhiasan yang kita inginkan. Berarti di sini ada faktor pelobangan pada mutiara sehingga mutiara itu jadi luka. Seninya adalah berusaha supaya lobang yang dihasilkan nggak terlalu gede sehingga malah bikin bopeng mutiara itu sendiri.