
Delay pesawat memang menyebalkan. Kita sudah kadung masuk ruang boarding, tapi pesawatnya nggak berangkat-berangkat juga. Nggak tahu ya kalau nungguin pesawat delay itu bikin capek?
Tapi, perlukah kita ikut-ikutan jadi penumpang menyebalkan? Yang karena atas nama capek, malah bikin penumpang lain jadi nggak bisa duduk?
emang suka gitu tuh..
ReplyDeletega mikir kali ya?
payah...
wah, wah, itu parah bener. ga kasian ama yang laen...
ReplyDeleteYa ndak kesiyan sama yang lain. Lha kursinya kan mereka bawa sendiri.. :-D
ReplyDeletesering buanget saya nemuin gituan di erpot... males deh!.
ReplyDeleteSaya ndak males. Saya masih cukup rajin buat motret mereka.
ReplyDeletetertahan di Bandara Juanda dan nulis artikel yang minim paragraf ini? :D
ReplyDeleteAhahahaa..artikel ini baru ditulis tadi sore kok, Na. Dan saya ambil foto ini bulan lalu.
ReplyDeleteTapi kok tahu sih ini di Juanda??
Ini namnya egoistis, cuma mau menangnya sendiri. Gimana kalo kaki mereka diikat luggage tags saja?
ReplyDeleteSaran Bapak akan ditampung dan diteruskan ke PT Angkasa Pura. :-D
ReplyDeletewha, serakah amat tuh ya..lagian sempet2nya fotoin orang2 itu
ReplyDeleteYa sempet dong, Mbak. Kan orang-orang itu duduk di depanku..
ReplyDeleteMenyebalkan sekali emang orang2 yg gga hirau sekitarnya. Disini, aku kalau nunggu di bandara, selalu berusaha utk numouk tas2 gendong bawaan dilantai di depan tempat duduk aku spy gga makan banyak tempat. And disini orang2 jg biasa sensitif dalam arti kalau tau seatsnya limited mereka geser bawaan mereka juga.
ReplyDeleteSaya coba netral saja deh, kalau memang ndak ada penumpang lain yang perlu kursi mengapa tidak, daripada duduk terus, nanti duduk lagi di pesawat bisa kena jet lag tuh, he he....
ReplyDeleteUntuk kesehatan, jika memungkinkan rileks sebentar lagi, kalau sampai ngiler ya ga masalah (awas ketinggalan pesawat).
Tapi kalau bandara penuh, ya perlu pemahaman sedikitlah, mari sama-sama menderita, jangan enak sendiri :).
Juanda, setahuku kelihatan dari kursi sofa hijau dan "jalan setapak dengan dinding kaca" utk keberangkatan di depan itu.
ReplyDeleteDitegur aja Vic, baik-baik.
Hahaha..iya, ada aja kan orang suka nggak sadar lingkungan. Yah, mudah-mudahan kita nggak seperti mereka. Perbuatan kayak gini kan sudah masuk kategori mengganggu kepentingan umum.
ReplyDeleteOh ya, waktu kejadian saya potret ini, ruang boarding-nya udah penuh banget sama penumpang. Memang penumpangnya sendiri menumpuk lantaran waktu itu banyak penerbangan yang delay. Banyak yang nggak dapet tempat duduk di ruang boarding, sehingga terpaksa berdiri. Dan orang-orang ini tidur aja. Kesiyan deh..
Aku nggak negur. Coz aku dapet tempat duduk. Hehehe..aku bukan tipe yang suka negor orang. Aku adalah tipe yang tau-tau nyela kursi dan tanpa permisi pun ndusel-ndusel kaki orang yang lagi selonjoran.. :-D
Salam
ReplyDeleteYa ampun, dengan pedenya tuh kaki nangkring di kursi. Tapi klo sendiri mgk masih mikir2..
Wah wah wah...
Salam kawan
Wahh tuch penumpang emang sesukanya dan gak mikir yg lain jg..
ReplyDeleteMungkin kakinya pada harum semua, jadi mau dipameri, hahaha..
ReplyDeleteitu kebiasaan doc...apalagi kalau ruang masih banyak dipergunakan dengan sepenuhnya.
ReplyDeletewew, itu namanya penumpang egois...
ReplyDeletekalau gue suka menggunakan nyokap sebagai alasan buat mengganggu mereka2 ini... Dan nyokap langsung memasang wajah lelah.... Hihihihih....
ReplyDeleteYup, inilah wajah kita, wajah Indonesia, ada saatnya kita berada di posisi sebal karena kelakuan orang lain, di saat yang sama tanpa kita sadari sebenarnya kita mungkin juga telah membikin sebal orang lain.
ReplyDeletesaya walaupun ada kursi kalau lg pengen lebih suka duduk di bawah (lantai).. enak bisa selonjorrr
ReplyDeletehaiss.. kalau di LN mau tidur di airport/ stasiun boleh, asal pada bawa sleeping bag sendiri!
ReplyDeleteitulah bila kita tidak bertenggang rasa dengan sesama, padahal yang lain juga punya hak yang sama kan
ReplyDeletePersoalannya kalo sudah ngantuk jadi nggak kenal tenggang rasa lho..
ReplyDeletehahaha, itu memang menyebalkan... masa penantian seperti pada tepian jurang, antara kepastian dan tidak
ReplyDeletelebih baik di gunung dan aj lebih terbuka alam bebasnya. ga ganggu orang dan hewan asalkan kita bawa sleeping bag dan matras.
ReplyDelete