![]() |
| Hasil perburuan bebek yang tidak sia-sia. Foto : Eddy Fahmi |
Saturday, June 25, 2011
Derita Korban Bebek KW
Wednesday, June 22, 2011
Yang Penting, Dapet Kursi Duluan
Dengan audisi macem begitu, sekarang saya ngerti kenapa saya nggak lolos seleksi jadi mbak-mbak yang bertugas di bagian pengumuman stasiun kereta api.
***
Stasiun Jombang adalah stasiun yang letaknya sekitar kilo di sebelah barat daya Surabaya. Meskipun nggak segede Gubeng atau Tugu, tapi stasiun ini juga nggak kecil-kecil amat. Ada peron, ada tempat duduk buat penumpang atau sekedar pengunjung yang nganter/njemput penumpang.
Dan seperti stasiun-stasiun umumnya, pengunjung non-penumpang yang masuk peron pun kudu bayar. (Ada yang tahu kenapa? Memangnya peron itu tempat wisata ya, kok harus bayar?)
Dengan adanya ketentuan bayar itu, maka praktis di peron disediakan tempat duduk dong. Tapi kenapa kok orang-orang di foto ini malah berdiri di pinggir rel?
Ketika saya noleh ke peron, ternyata di peron banyak tempat duduk kosong. Jadi saya bingung. Logika saya, sebagai perempuan yang males berdiri dan lebih suka duduk (pantesan dirimu agak menggemuk, Vic!), saya lebih seneng nunggu sembari duduk di peron. Di peron kan teduh, ada atapnya, nggak usah panas-panasan kayak orang-orang ini. Apakah mungkin tempat duduk di peron ada permen karetnya?
Apakah orang-orang ini kepingin foto-fotoan deket kembang, sehubungan di antara rel ini terdapat pot kembang yang cukup ciamik? Tapi cara berdiri mereka tidak menunjukkan gelagat orang yang mau foto-fotoan.
Atau mungkin, mereka nunggu di pinggir rel, supaya kalau keretanya dateng, mereka bisa naik dan cepet dapet tempat duduk enak. Serasa nungguin bis DAMRI aja..
Padahal, mestinya rel adalah daerah yang steril. Nggak boleh ada manusia di situ. Soalnya kalau ada yang teledor, bisa-bisa kereta nyerempet orang yang dengan pe-de-nya nongkrong di rel tanpa waspada. Saya sendiri udah pernah ngotopsi orang yang keserempet kereta dan kepalanya tinggal 3/4.
Kita nggak bisa bilang, jumlah polisi stasiun nggak cukup buat melarang-larang penumpang ngetem di rel. Ya penumpangnya yang kudu waspada dan sayang nyawa. Kalau penumpang kepingin dapet tempat duduk yang enak, ya semua orang kudu bayar tiket dan kereta cuman boleh memuat penumpang sesuai kapasitas yang udah ditentukan. Mestinya dibikin jalur antrean, dan jalur ditutup kalau kapasitas kereta sudah terisi pas, macem naik busway gitulah.
*Halah, Vic, diamlah kamu. Kamu kan nggak pernah naik kereta tarif ekonomi yang penumpangnya berjubel nggak jelas itu, makanya nggak pernah terpaksa mesti ngetem di pinggir rel..*
http://laurentina.wordpress.com
www.georgetterox.blogspot.com
Tuesday, June 21, 2011
Tetangga yang Iri
![]() |
| Rasa dengki itu alamiah, khas kanak-kanak. Jadi kalau kita tukang ngiri, berarti sikap kita masih kayak anak kecil. Gambar: http://hubpages.com |
![]() |
| Jadilah seperti si Untung Angsa. Yang tidak pernah peduli kalau dia punya sepupu yang iri. Gambar: http://cbarks.dk |
Monday, June 20, 2011
Pengikat Orang Belakang
Tetapi ternyata di bangku belakang mobil juga disediakan sabuk pengaman. Bahkan pada mobil travel yang saya naikin kemaren, penumpang belakang disediain sabuk pengaman satu-satu dan ada kata WAJIB.
Saya nggak ngerti, buat apa yah? Toh seandainya ada kecelakaan pun, paling-paling penumpangnya ngehantam kursi depannya dan kursi itu sebenarnya empuk, jadi nggak rentan bikin benturan kepala yang serius.
Apakah Anda juga tertib pakai sabuk pengaman kalau duduk di belakang?
*Ah, jangankan pakai sabuk pengaman di bangku belakang. Di kota-kota kecil pun, saya masih sering lihat penumpang depan nggak pakai sabuk pengaman. Pake acara mangku anak kecil pula. Ndeso banget..*
http://laurentina.wordpress.com
www.georgetterox.blogspot.com
Sunday, June 19, 2011
Ada Kejutan dalam Setiap Donat
Kolega saya penggila donatnya Pak Joni, coz Pak Joni ngejual donat dengan topping Oreo, tiramisu, green tea, dan lain-lain. Malah saya hapal, kalau ke kafenya Pak Joni, nggak usah beli donat pun tetep aja dapet bonus donat asalkan beli kopi di situ.
Nyokap saya lebih seneng donatnya Dankin, coz menurutnya donatnya Pak Joni itu kemanisan. Lagian semenjak dulu, keluarga kami suka donat isi srikaya dan selalu pesan itu saban kali ke sana.
Foto ini saya jepret dari Krispi Krim, pas saya lagi nungguin pesawat di Cengkareng tadi siang. Memang harganya lebih mahal, tapi sesuai namanya, setiap donat yang dijual selalu ada krimnya di dalamnya.
Anda gimana? Senang donat merk apa? Alesannya apa?
http://laurentina.wordpress.com
www.georgetterox.blogspot.com
Saturday, June 18, 2011
Taruh HP-mu, Hiduplah Seperti Khong Guan!
Sedikit lebih tinggi levelnya daripada “Ini ibu Budi.”
Tetapi nampaknya pada masa kini, pelajaran membaca itu mesti diganti dengan yang lebih relevan.
Karena kemaren, setelah sekian lama hidup berpisah, akhirnya sewaktu pulang ke Bandung minggu ini, bokap dan nyokap saya berusaha merayu saya supaya saya mau tidur di kamar nyokap saya. Tadinya saya menolak ide itu mentah-mentah. Saya udah gede, tau, saya nggak kelonan sama orang tua saya lagi, dan saya lebih suka tidur di kamar saya sendiri. Tapi kemudian, bu de dan pak de saya dateng juga buat liburan kemari, menyita kamar saya, bikin saya mengalah sehingga saya mengungsi ke kamar bonyok saya. Dan bonyok saya pun berjingkrak penuh kemenangan. “Aseek..tidur sama Vicky lagi!”
Saya sendiri masih inget beberapa minggu lalu, sewaktu saya dan my hunk kencan di sebuah restoran, ketika makanan pesanan kami sudah dateng, dan my hunk sudah siap makan, tapi saya masih sibuk melototin HP. My hunk negor saya, ngajak saya mulai makan, tapi saya malah bilang, “Tunggu dong, Mas, aku masih check-in ini..” sembari senewen lihat layarnya Foursquare yang loading-nya lelet. Padahal bukannya saya nggak cinta sama my hunk lho, tapi saya cuman lagi pamer ke dunia kalau saya lagi kencan sama pacar saya..
![]() |
| Kalau lagi makan sendirian terus HP-an, nggak pa-pa, kali ya? Tapi kalau lagi makan sama orang lain, jangan deh ah.. Gambar: http://imagesource.com |
![]() |
| Harusnya yang dipegang itu Khong Guan. Bukan HP.. |
Padahal mbok sesekali saya kepingin makan dengan tenang, sembari chit-chat sama partner makan saya, memandangi tampangnya yang cakep, bukan sibuk ngoceh di Twitter, “Aku lagi makan bebek goreng sama si Anu..”
Mungkin lain kali sekolah tata boga harus merevisi pedoman tata meja makannya. Jadi di tiap sisi meja makan itu nggak cuman disediakan piring di tengah, sendok dan pisau di kanan, garpu di kiri, tapi di alas makannya juga harus disediakan tempat buat naruh HP..
![]() |
| Nggak mau kan HP Anda berakhir kayak gini? Gambar: http://guntothingatheist.blogspot.com |
Jadi, Sodara-sodara, sekali-kali taruhlah HP-mu dan hiduplah seperti manusia yang nggak pakai mesin. Tidak semua orang beruntung bisa makan enak, jadi kenapa kita nggak bersyukur dengan memandangi makanannya seperti kita memandang Richard Gere yang sexy, bukan memandang HP yang nggak ada cakep-cakepnya sama sekali?
Karena, hendaklah ruang makan itu seperti gambar di kaleng Khong Guan. Harusnya, yang dipegang itu biskuit, bukan HP..
Friday, June 17, 2011
Hoax Salah Sasaran
![]() | |||
| Tukas Bu De, "Aku nggak pake pembalut-pembalutan! | Gambar: http://sangpemburuberita.com |
Wednesday, June 15, 2011
Trik Curang Ujian
Jadi, kalau kamu kepingin nangkep murid yang curang waktu ujian, berpikirlah a la murid yang kepingin curang.
![]() |
| Berbagai macam cara dilakukan buat nyontek. Gambar: http://cuppasunshine177.blogspot.com |
Jadi kolega saya dan teman-temannya bikin strategi. Anggaplah berkas soal UTS itu terdiri atas 100 soal dalam 10 halaman. Nah, terbentuklah sindikat yang terdiri atas 10 orang mahasiswa yang ikut ujian. Pada waktu ujian dilaksanakan dan soal sedang di tangan mahasiswa, mahasiswa pertama bertugas nyobek soal halaman 1, mahasiswa kedua kebagian nyobek soal halaman 2, mahasiswa ketiga nyobek soal halaman 3, dan seterusnya. Masing-masing pelaku sudah bawa stapler buat menjepret berkas soal supaya tetap rapi seperti semula, tapi mereka umpetin halaman sobekan masing-masing, dan hasil sobekan itu mereka kumpulkan diam-diam sesudah ujian. Hasil sobekan dikoleksi, lalu difotokopi dan dibagikan satu per satu ke teman-temannya seangkatan. Jadi mereka bisa kembali mempelajari soal itu untuk UAS nanti.
Akankah ketahuan? Bisa ya, bisa enggak. Biasanya kelakuan tim pengawas itu selalu sama. Sesudah menit terakhir ujian, soal dan jawaban kan dikumpulkan di meja pengawas. "Kesalahan" pengawas adalah, mereka minta soal ditumpuk di tumpukan soal, jawaban ditumpuk di tumpukan jawaban. Coba kalau yang ujian ada 100 orang aja, mana pernah mereka meriksa bahwa ke-100 berkas soal itu dikumpulkan masing-masing dalam keadaan lengkap?
Tentu saja sekarang kampus makin pinter. Setiap mahasiswa disuruh menuliskan nama mereka pada berkas soal, jadi ketahuan nanti siapa yang berkas soalnya kekurangan halaman.
Mahasiswa nggak mau kalah. Mereka sudah sepakat nyatet soalnya sendiri-sendiri. Misalnya, mahasiswa nomer absen 1 nyatet soal nomer 1, yang nomer absen 2 nyatet soal nomer 2, dan seterusnya sampek nomer absen 100 nyatet soal nomer 100. Sepulang dari ujian, mereka ngumpulin catetan masing-masing. Jadilah 100 soal dalam berkas yang sama.
Kadang-kadang ada aja yang nggak mau repot nyatet soal. Diam-diam waktu ujian, dia ngeluarin HP, lalu dia potretlah itu soal.
Sudah nggak manjur pengawas nyuruh mahasiswa ngumpulin masing-masing HP-nya di meja pengawas. Kadang-kadang mahasiswa punya HP dua biji, jadi yang dia kumpulin cuman satu, dan satu lagi dia umpetin di saku bajunya. HP yang dikumpulin di pengawasnya itu jenis HP murahan, yang udah rusak, yang udah jatuh dari puncak Gunung Bromo berkali-kali, dan dijual di pasar gelap pun nggak laku-laku, jadi kalau pun hilang sewaktu dikumpulin di meja pengawas pun nggak pa-pa.
Tinggallah pengawas nampak seperti tukang tadah HP bekas..
Ngapain sih saya nulis ginian? Bukannya malah ditiru sama adek-adek yang masih sekolah buat jadi modus nyontek?
![]() |
| Ny Siami, ibunda dari murid SD yang disuruh gurunya memberi contekan kepada teman-teman sekelasnya pada ujian nasional. Sumber: http://okezone.com |
Saya jijay setengah mati sama guru itu. Mbok ya ide nyontek itu paling pol ya dateng dari muridnya, jangan dateng dari instruksi gurunya. Guru kok nyuruh muridnya nyontek sih? Nih guru kurang gizi ya sampek-sampek mental pendidiknya berubah jadi mental tukang nyolong?
Saat saya menulis ini, anggota yang bergabung di grup Facebook Dukungan untuk Ny Siami sudah mencapai 1490 orang. Guru yang menyuruh putra Bu Siami untuk kasih contekan kepada teman-teman sekelasnya, sudah dicopot dari sekolah itu. Besok, Kamis, 16 Juni, Bu Siami akan menghadap aula Mahkamah Konstitusi untuk berbicara mengenai kasus yang menimpa putranya yang malang itu.
Saya nulis trik nyuri soal ini, supaya para sekolah lebih waspada. Anak semakin pintar diajar, nggak cuman pinter hard skill, tapi juga pinter soft skill. Kalau diarahkan, dia bisa jadi orang berguna buat bangsa. Tapi kalau nggak diarahkan, dia bisa jadi maling. Makanya sekolah sebagai lembaga pendidikan harus bisa menjaga mental murid supaya tetap jujur. Jadi sekolah harus bisa mengantisipasi upaya kecurangan dalam bentuk apapun. Termasuk sekolah harus tahu modus-modus apa aja yang dipakai muridnya buat main curang waktu ujian!
Saya sih udah berkali-kali nulis trik nyontek yang saya lakukan jaman saya sekolah dulu, sepanjang blog Georgetterox ini hidup. Yang rajin baca blog saya pasti sudah eneg baca tulisan saya tentang nyontek. Tinggal jemaah sekarang bagi-bagi tips nyontek waktu ujian, supaya para guru yang mestinya melek teknologi ini bisa dibantu mengantisipasi. Supaya anak-anak Indonesia bisa jadi anak yang jujur. Supaya bangsa Indonesia jadi orang yang jujur. Dan kita bisa jadi manusia yang mentalnya bermutu, bukan cuman mental maling a la koruptor..
Tuesday, June 14, 2011
Dilarang Nge-Tag Foto Banyak-banyak!
Ini foto sekelas saya di Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Airlangga. Kami foto sekelas rame-rame, lalu seseorang mengunggahnya ke Facebook dan menge-tag foto ini ke temen-temennya satu per satu, termasuk saya. Permasalahan timbul karena begitu sudah sampek di Facebook, foto ini jadi burem, alhasil wajah temennya satu per satu jadi sulit dikenali.
Saya mencoba menolong dengan menge-tag beberapa wajah yang saya kenali. Tapi lagi asyik-asyiknya nge-tag foto, tau-tau di layar dapet peringatan bahwa saya nggak bisa lagi nge-tag karena foto ini sudah mencapai batas maksimum untuk nge-tag foto. Ternyata, Facebook cuman membatasi satu foto hanya boleh di-tag ke 50 orang. Padahal sekelas saya ada 180 dokter!

Bah, sekarang saya ngerti kenapa foto massal rame-rame nggak pernah memuaskan hasilnya kalau di-upload ke Facebook.
Monday, June 13, 2011
Pemanja Telinga Jadul
Band ini manggung di Stasiun Gubeng, dari pagi sampek malem. Sesuai dengan penampilannya yang jadul, maka lagu-lagu yang mereka mainin juga jadul. Sewaktu my hunk dan saya nungguin kereta saya dateng tadi pagi, band ini mainin What A Wonderful World. Pas nyanyi, vokalisnya ngeluarin suara yang mirip banget sama Louis Armstrong.
Selanjutnya, si band mainin lagu Semalam di Cianjur. Eh, lihat tante-tante bertopi putih yang duduk di belakang band? Si tante itu menghentak-hentakkan kakinya sepanjang lagu sambil mulutnya komat-kamit nyanyi.
Pada dasarnya hampir semua pengunjung menikmati bandnya. Terbukti banyak orang lalu lalang dan menjatuhkan duit di pot yang ditaruh di depan band bersangkutan. Meskipun ada efek sampingnya juga sih. Buktinya selama bandnya nyanyi, pengumuman dari stasiun bahwa kereta saya udah dateng, jadi nggak kedengeran, hahaha..
Tapi bandnya berupaya mengkompensasi. Setelah mereka selesai bernyanyi, mereka juga ngumumin, kereta A sudah masuk jalur X, bangku-bangku harap disingkirkan.. (Eh, yang terakhir itu, karang-karangan saya sendiri, wkwkwkwk..)
Untungnya saya nggak lama nungguin kereta itu. Coba kalau saya dan my hunk duduk lebih lama lagi di peron. Berlama-lama sambil nonton band oldies nyanyiin lagu oldies, saya dan my hunk berasa kayak tante dan om jaman '60-an.. :p
*sambil masang kaca mata item gede a la Jackie Kennedy*
Bagus deh. Daripada stasiunnya muter lagu-lagu dari band melayu total nggak jelas. Oh ya, pesen saya, seandainya para anggota band ini baca blog saya, tolong ya Om-om, lain kali kalau saya nongkrong di stasiun lagi, nyanyiin lagu-lagunya Radiohead atau Jason Mraz yaa..
http://laurentina.wordpress.com
www.georgetterox.blogspot.com










