Sunday, December 11, 2011

Car Free Day yang Kebablasan

Penjajah baru bernama sepeda.
Foto oleh Eddy Fahmi.
Seiring dengan maraknya tren bersepeda, masalah-masalah baru yang timbul oleh kendaraan ini mulai bermunculan.

Mulai dari pengendara sepeda yang nggowes massal di jalur mobil, sampek-sampek mobil nggak kebagian jalan. Pengendara yang jatuh dan gegar otak lantaran nggak pakai helm. Sampek sepeda-sepeda pixie yang nggak ada remnya itu.

Hari ini Minggu dan mendadak bermunculan orang-orang naik sepeda dari mana-mana menuh-menuhin jalan. Sepertinya mereka akan pergi ke satu tujuan: Taman Bungkul, karena di kawasan Darmo sana diadakan hari bebas mobil.

Hey, car free day-nya dihelat di Darmo kan? Bukan di Embong Malang sini kan? Jadi kenapa mobil-mobil yang mau jalan di Embong Malang sini nggak kebagian jalur?

Saya rasa mestinya penggowes bisa bersikap lebih bijak. Jalan jangan dipake semua, tapi bagi-bagilah karena yang makai jalan nggak cuman sepeda. Kan bisa bikin satu jalur buat sepeda, satu jalur lagi buat mobil. Gimana kalau ada ambulans mau lewat, mosok harus permisi dulu sama rombongan sepeda?

24 penonton berkomentar..:

tobytall said...

Hahahaha :p mungkin balas dendam krn kl ga car free day - sepeda ga kebagian jalan :)

Vicky Laurentina said...

Wadeuh, mosok jadi dendam-dendaman gitu sih? :(

1mmanuel'Z-Note5 said...

ah gapapalah mbak. kan ccuman satu hari ini aja. bayangin nasib bikers yang tiap hari ditindas sama kendaraan bermotor lainnya. :(

Vicky Laurentina said...

*ini suara Nuel yang tiap hari ditindas kendaraan bermotor* :p

John Terro said...

loh mbak Vicky ini surabaya juga ya?

Vicky Laurentina said...

Lha John pikir selama ini saya ada di mana?

Yudi Darmawan said...

kalo di medan semangat car free day cuma diawal-awal, sekarang malah agak sunyi kalo ada begituan.. hehe

Vicky Laurentina said...

Berarti komunitas pendukungnya nggak konsisten.

catatan kecilku said...

Berarti pengguna sepeda benar2 memanfaatkan "car free day" dg sepenuh hati dan menganggap setiap tempat bebas dari kendaraan bermotor hehehe

Vicky Laurentina said...

Car free day-nya cumak di satu ruas jalan, Mbak. Tapi mereka pakai di seluruh kota.

*tutup mata* *ngelus dada*

Arman said...

ambulans nya mesti berbentuk sepeda juga kali vic... :P

Yunda Hamasah said...

Sesuatu yang kebablasan menimbulkan ketidak nyamanan disisi yang lain ya Mbak...

OOT: Trims pertanyaannya mengapa waktu harus disimbolkan dengan laki2 tua? Demikian cerita asli yang kudapat. Tapi karena akupun tak setuju, maka khusus diposting bogku kemarin sudah kuedit. sekali lagi terima kasih yaa...

Latree said...

hm.... sebenernya ngga cuma penunggang sepeda. penunggang motor, mobil, juga kadang semaunya sendiri. make jalan seperti itu jalan punya neneknya...

Vicky Laurentina said...

Mungkin memang neneknya yang bikin jalan itu, wkwkwkwk.

*masih bingung bayangin sepeda disulap jadi ambulans*

mawi wijna said...

Anu mbak dokter, sebagai pesepeda, saya paham apa yang mbak dokter resahkan ini. Yah, car free day ibarat kado yang dberikan pemerintah kepada pesepeda. Sayangnya, banyak pesepeda yang belum ngerti bagaimana memanfaatkan kado itu dengan baik. Salah satu contoh yang sering ditemui ya itu... kurangnya pemahaman tentang berlalu-lintas dengan sepeda.

Semestinya, sepeda berada di lajur kiri dan harus satu lajur (nggak boleh nyepeda berdua-bertiga dempetan) kalau kondisi jalan raya sedang ramai.

Mbak dokter kan galak, jadi tegur saja pesepeda bandel ituw :D

mikhael said...

di jakarta CFD diadakan sekali-dua kali sebulan... biasanya bukan cuma sepedaan, tapi juga main futsal di tengah jalan, piknik sekeluarga, sampai bikin panggung musik dadakan... kadang2 agak kesal juga karena harus jalan agak memutar... tetapi kalau diperhatikan... ada kegembiraan dalam diri para peserta CFD itu... dengan halaman rumah yang semakin sempit dan lapangan becek yang berganti menjadi gedung-gedung pencakar langit, maka CFD sanggup memenuhi kebutuhan kita akan lahan kosong nan lega di akhir pekan...hehe

Pitshu said...

wakakaka.. biasanya begitu lah! aji mumpung atau pura2 enggak tau, dikira semua jalan jadi FREE hari itu hahaha

Vicky Laurentina said...

Sebel liat orang pura-pura nggak tau alias belagak pilon. Terus kita mesti gimana nih, mosok kita kudu pura-pura nggak marah juga? Saya emang galak, tapi saya nggak punya cukup power buat marahin mereka semua. Mending kalo cuman dipelototin balik, gimana kalo saya berhadapan dengan 20 pesepeda dan ke-20-nya nimpukin saya pake sepeda-sepeda mereka? :D

Memang saya bisa ngerti betapa senengnya mereka bisa bersepeda rame-rame di jalan ya. Tapi untuk bergembira itu kan sudah disediakan di jalan yang ditentukan, yaitu di Jalan Darmo. Bukan di Jalan Embong Malang. Ini namanya jalan bebas untuk bersepedanya ya kebablasan..

Zulfadhli's Family said...

Hihihi lo juga naek sepeda ajah Vic kalo gituh, itung2 olahraga :-)

John Terro said...

saya kira mbak Vicky di Jakarta :D

Cahya said...

Ha ha..., berarti di hari car free days, ambulans-nya pakai dokar biar kebagian jatah jalan :D.

Vicky Laurentina said...

Cahya jenius banget! Ketauan nih koass suka disuruh nyupir dokar buat ngangkut pasien..

Kevin said...

ambulans pakai dokar? buset gak kebayang.

Vicky Laurentina said...

Soal itu, tanyakan pada dokarnya Cahya yang bergoyang.. :p