Monday, November 1, 2010

Halloween Merangsek ke Indonesia


Setan main gendang, bunyinya bertalu-talu kedengeran di seluruh gedung mal. Menyusuri koridor-koridor, lewat depan counter sepatu mahal, bikin SPG-SPG parfum noleh, dan ganggu selera orang-orang yang lagi ma'em di food court.

Pengunjung, ada yang kontan berteriak histeris, biasanya cewek abegeh labil yang kemenyek. Tapi kebanyakan pengunjung malah berbondong-bondong penasaran kepingin lihat.

Bandung Supermal, sebuah mal yang cukup prestisius di Kiara Condong, kemaren masih malu-malu merayakan Halloween. Manajemennya merekrut remaja dan banyak anak kecil, mendandaninya macem-macem. Ada yang jadi genderuwo, ada yang jadi pocong, ada yang jadi suster ngesot. Mereka berbaris, dan karnaval kecil itu bikin long marching keliling mal. Supaya nggak terkesan serem, setan-setan paling depan didaulat buat nabuh ketipung.

Banyak yang bilang, Halloween bukan budaya Indonesia. Tapi tetap aja seru buat dirayain. Dan karena kita inovatif dan bukan tukang niru, rame-ramelah kita merayakan Halloween dengan pawai kostum a la setan Indonesia. Dan memang ternyata lebih asyik kan?

Cintailah produk-produk Indonesia. Biarlah setan-setan Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.