Gw harus mengakui bahwa orang-orang ini pintar berkata-kata untuk bikin orang tertarik datang ke festival ini. Termasuk gw.
Jadi, gw menulis ini sambil kecapekan lantaran jalan sepanjang siang tadi di sepanjang Jalan Braga. Orang-orang panitia itu telah menutup dua pertiga ruas jalan buat diadakan festival. Braga adalah sebuah jalan paling beken di Bandung lantaran menjadi kawasan penuh nostalgia.



Lumayan ada beberapa atraksi yang cukup menarik perhatian gw di festival ini, salah satunya adalah pertunjukan perkusi dari Tatalu, sebuah klub penggemar alat musik pukul dari Universitas Pasundan.


Sudut yang juga paling banyak ditonton orang adalah engkong-engkong ini. Bayangin, dari pas gw dateng ke venue, sampai gw pulang, nih engkong masih aja tekun menyulap batang pohon jadi patung, tanpa peduli orang-orang udah rebutan motret dos-q. Gw nggak tahu persis sih berapa waktu yang engkong ini perlukan buat menyulap batangan menjadi sebuah patung, tapi bisa diperkirakan dari foto ini. Foto pertama, diambil jam 11.04, sang engkong lagi bikin tangannya. Foto kedua, diambil 39 menit kemudian, sang engkong lagi memahat mukanya. Foto ketiga, diambil hampir dua jam semenjak foto pertama, perhatikan bahwa mukanya udah berbentuk dan sang engkong sedang berusaha supaya patung itu bisa berdiri tegak.

Gw

Pameran seni yang dijanjikan ternyata nggak begitu eksis, coz sampai gw tersesat di festival itu, gw nggak melihat ada tanda-tanda ekshibisi barang-barang seni dalam jumlah banyak. Selain itu, biarpun di iklan sudah dijanjikan akan ada beberapa seniman beken yang mau tampil, tidak ada informasi tentang run down acara, tentang siapa yang mau tampil pada jam berapa, atau lebih spesifik lagi, pada hari apa. Padahal, gw kepingin nonton Saratus Persen, Musik Genteng Jatiwangi, dan Panas Dalam.
Akan lebih baik kalau panitia bisa menyediakan guideline buat pengunjung, minimal kasih jadwal acara. Kalaupun nggak sempat nyetak brosur, minimal kan bisa nampilin jadwalnya di website. Ngomong-ngomong, wahai panitia, website resminya Braga Festival ada di mana sih? Saban gw googling tentang keyword ini, kok gw nemunya halaman-halaman dari situs-situs berita melulu deh.
Masih terlalu dini buat menilai apakah festival ini bisa menaikkan pamor industri budaya kreatif di Bandung atau tidak, seperti yang direncanakan oleh panitia sebagai tujuan awal festival ini. Festival ini masih berlangsung sampai Rabu nanti, dan gw berencana ke sini lagi besok buat hang out. Pada akhirnya, meskipun nggak terlalu puas, gw tetap pulang dari festival dengan sumringah karena sudah melihat banyak pemandangan bagus. Biarpun kuping gw jadi agak pekak dikit, soalnya tadi gw berdiri terlalu dekat sama anak-anak pemukul tong sampah itu, hahaha..