Wednesday, October 7, 2009

Bawa Gw Keluar


Sekarang lagi ngetren-ngetrennya manusia disamain dengan barang dagangan. Seseorang ditaruh di tengah panggung, lalu sekitar 30 orang memandang makhluk sentral itu dan tinggal berkata, "Gw mau sama elu." atau "Gw ogah sama elu."

Semua orang di sekitar gw lagi seneng-senengnya ngomongin kontes Take Him Out dan Take Me Out di tivi. Gw tadinya ogah buat ngomongin ini di blog gw. Please dong ah, apa nggak ada bahan pembicaraan lain ya? Tapi beberapa hari lalu seorang teman nanya ke gw, ambillah kondisinya gw jomblo, mau nggak gw cari cem-ceman lewat acara itu? Bisa dengan berebut pria single di Take Him Out, atau jadi rebutan pria-pria single di Take Me Out.

Gw ngakak dengan ide itu. Ini bukan perkara baru. Masalah rebut-rebutan gebetan itu udah ada semenjak reality show jaman dulu. Masih ingat acara The Bachelor, The Bachelorette, atau Joe Millionaire? Gw dulu ngikutin setia acara itu, bukan karena penasaran tentang siapa yang akhirnya mendapatkan siapa. Tapi karena alasan yang sangat klise, gw senang memandang deretan pria ganteng dalam balutan tuxedo mahal.

Oke, maka gw berkhayal andaikan gw yang jadi bahan rebutan. Lalu Choky Sitohang yang ciamik itu nyuruh ke-30 pria itu bikin keputusan apakah mereka mau nge-date sama gw atau nggak. Entah gimana, gw malah mikir mendadak lampu-lampu langsung sontak mati semua, pet! Bukan, bukan karena gw ditolak. Tapi karena ternyata PLN memberlakukan pemadaman listrik bergilir!

Sudah cukup gw digojlok di Pulang Pisau selama setahun oleh PLN lokal yang gemar banget matiin lampu nggak bilang-bilang dulu, jadi sampai sekarang gw empet luar biasa sama yang namanya mati lampu. Maka gw pun ngebuang jauh-jauh fantasi gw ikutan Take Me Out, jadi gw mencoba berkhayal alternatif lain, apakah gw sudi ikutan Take Him Out.

Sanggupkah gw berebutan seorang pria single melawan 30-an cewek lain? Gw nggak mikir itu ide bagus. Pertama, gw nggak suka ide "bersedia kencan sama seseorang hanya karena gw suka ngeliat tampangnya pada menit-menit pertama". Ya ampun, penampilan itu sangat menipu! Mungkin sekilas dia oke, gimana kalo dia ternyata tukang mukul, banyak utang, impoten, dan pengikut sekte aliran ekstremis radikalis? Yang paling parah, gimana kalo ternyata orang yang kita kira pria ganteng itu sebenarnya pria jadi-jadian yang cuman ngincer hadiah duitnya doang?

Alasan kedua, masih sama dengan alasan kenapa gw nggak suka acara rebut-rebutan itu. Menurut gw, nggak logis seseorang ditaruh di sentral lalu disuruh dipilih oleh banyak orang. Itu mengingatkan gw kepada pelelangan budak kulit hitam asal Afrika buat dijual untuk diangkut ke benua Amerika. Manusia bukan komoditas seperti kue lemper atau buah duren, yang bisa diteriakin "Dipilih, dipilih, dipilih!" Acara rebutan cowok-cewek ini sungguh-sungguh bertentangan dengan hak asasi manusia!

*sambil membayangkan Little Laurent dalam kostum a la aktivis yang suka demo di jalanan*

Dan alasan ketiga, coz biarpun bicara gw keras seperti Jihan Sadat, tapi hati gw lembut seperti Jackie Kennedy dan bodi gw bohay seperti Carla Bruni. (Duh, Vic, kok kamu nggak pernah minta disamain dengan Michelle Obama sih? Mbok cari contoh tuh yang rada membumi gitu..)
Maksud gw, hendaklah kau menjadikan seseorang sebagai pacar itu, bukan karena kau pilih dia sebagai yang terbaik di antara ke-30 orang lainnya. Tapi kau ingin dia jadi kekasihmu, coz kau tidak bisa hidup tanpa dia. Kalo kau tidak bisa hidup tanpa dia, maka kau tidak perlu memilih dia di antara yang lain-lainnya, coz kau sudah pasti ingin bersamanya dan nggak kepingin orang yang lain-lain lagi..

*Jadi inget lagu Iwan Fals, 'Aku lelaki tak mungkin menerimamu bila ternyata kau mendua, membuatku terluka.. Tinggalkan saja diriku yang tak mungkin menunggu.. Jangan pernah memilih.. Aku BUKAN pilihan!'*

(Tetap aja, Vic, alasan itu nggak ada hubungannya dengan kenapa kau sebut dirimu bohay seperti Carla Bruni.)

Jadi gw rasa, Take Him Out atau Take Me Out itu adalah acara yang strategis buat menyiksa harga diri seseorang. Barangkali tepat juga kalo acaranya dinamain Take Me Out. Bawa gw keluar. Tepatnya, Take Me Out..of here. Bawa gw keluar dari sini!