Thursday, January 21, 2010

Laurentina's Goodreads

Kali ini tulisan gw tentang curhat pribadi aja ya..

Gara-garanya my hunk nanyain gw tadi pagi, gw senengnya baca buku apa. Terus Eka Situmorang juga nge-tag gw di note Facebook-nya, nanyain gw tentang daftar 15 buku favorit gw, maka gw nulis ini. Sebenarnya gw nggak inget persis buku kesukaan gw apa, soalnya gw kan seneng baca dan setiap buku pasti ada makna memorialnya buat gw. Tapi ya udah, gw tulis aja 15 buku yang gw inget langsung di kepala gw saat ini. 15 buku aja ya, jangan banyak-banyak.


1. Benny and Mice. Sukaa semua serinya! Gw penggemar berat mereka, gw ngikutin setiap kartun mereka di Kompas, jadi gw bahagia sekali bisa memiliki buku-buku mereka di rumah. Menurut gw, mereka tuh selalu bisa lihat sisi kocak dari setiap persoalan yang ada di masyarakat, dan itu malah memberi ide buat ngasih solusinya.


2. Princess Diaries, by Meg Cabot, dari seri 1 sampai entah berapa yang sekarang belum selesai. Ini gw yang curang, coz serinya udah 10 buku lebih. Kenapa gw suka ini? Yah.. coz temanya mengingatkan kepada diri gw sendiri, yang bingung memutuskan antara hidup a la classy tapi juga kepingin jadi bohemian. Ceilee. Gw paling suka sama Michael Moscovitz, tipe laki-laki pinter dan lembut dengan selera musik yang bagus. Oh ya, versi filmnya jelek banget.


3. Peran Sang Ayah, karya Bill Cosby. Isinya tentang pengalamannya Bill Cosby akan kesusahannya mengurus lima orang anak sekaligus. Dasar Bill orangnya lucu, jadi gw ngakak melulu dari awal sampai akhir. Buku ini direkomendasikan banget buat anak-anak yang suka berantem sama bokapnya, juga untuk para bokap yang punya masalah komunikasi dengan anaknya.


4. Bunga Rampai Obstetri dan Ginekologi Sosial, by Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Huahahaha! Eh, nggak ada yang bilang gw nggak boleh nulisin buku pelajaran gw di list gw kan? Tapi terus terang aja gw emang suka buku ini. Isinya sebenarnya diktat tentang kedokteran kebidanan, tapi gaya nulisnya a la kolumnis koran. Mudah-mudahan suatu hari nanti gw bisa nulis buku kayak gini. Amien.


5. First Wives Club, by Olivia Goldsmith. Sudah difilmin lho, dengan bintangnya Diane Keaton. Gw baca novel milik tante gw ini 10 tahun yang lalu. Dengan setting metropolitan a la New York, ceritanya tentang istri-istri pertama yang balas dendam lantaran ditinggal suami-suami mereka yang kawin lagi. Buku ini “girl power” banget! Dan ending-nya bahagia, coz masing-masing dari mereka akhirnya menemukan jodoh di tempat yang nggak disangka-sangka.


6. Dan itu membuat gw ingat sama tetralogi Laskar Pelangi by Andrea Hirata. Gw belajar di sini bahwa manusia nggak boleh berhenti bermimpi, untuk mencapai sekolah yang lebih baik, untuk dapet melihat dunia yang lebih luas. Termasuk juga berjuang untuk mencari mantan pacar yang hilang. Terharu gw ngikutin perjuangan Ikal nyariin A Ling sampai ke rumah bordil di Belanda, padahal orangnya masih terkurung di pulau nggak jelas di Laut Cina Selatan.


7. Tetralogi Twilight, by Stephenie Meyers. Ya elah, semua orang suka buku ini. Roman picisan, cenderung suram, tapi kok bisa ya, buku ini merusak pola tidur gw lantaran gw begadang melulu bacanya padahal gw benci banget sama cerita mehek-mehek. Tapi gw anggap buku ini bagus, coz ngajarin bahwa kita nggak selalu bisa dapet apa yang kita mau, jadi mesti sabar. Oh ya, gw harus menggarisbawahi di sini, bahwa Bella Swan is a dumb.


8. Belok Kanan: Barcelona! karya keroyokan Aditya Mulya, Ninit Yunita, dan dua orang entah siapa lagi. Adalah sulit membuat sebuah novel yang ceritanya dirangkai oleh empat orang sekaligus; gw pernah mencoba itu, dan gagal. Gw suka novel ini coz banyak selipan tips traveling-nya tentang tempat-tempat di Eropa. Oh, gw ngakak keras di adegan waktu tokohnya naik pesawat dari maskapai gombal di Afrika dan pesawatnya terguncang-guncang mau jatuh.


9. Indiana Chronicles, by Clara Ng, seri 1-3. Hebat, hebat, gw sampai ikutan sakit hati merasakan penderitaan Indiana yang susah-payah jadi perempuan metropolitan dengan masalah karier dan memperjuangkan citra supaya pantas jadi istrinya Francis. Tahukah Anda bahwa kita para perempuan mengalami masalah yang sama? Pekerjaan kantor yang ribet, complicated relationship, dan mertua yang pemaksa? Oh ya, Francis Marijono is hot.


10. Bung Karno, Guruku, Ayahku, by Guntur Sukarno Putra. Buku klasik ini sebenarnya dikasih Grandpa gw ke bokap gw, terus diturunin ke gw. Ini mungkin buku yang otentik sekali ngegambarin Bung Karno di luar citranya sebagai presiden. Presiden itu manusia biasa, Bung Karno kadang-kadang bisa slengean juga, dan dengan mengecualikan keputusannya untuk beristri lebih dari satu, gw menaruh salut untuk laki-laki yang satu ini.


11. Harry Potter, by J.K Rowling, dari 1-7. Itu tujuh buku ya? Bukan satu. Hahaha! Biarin ah. Gw suka ini, coz tiap halaman selalu ada kejutan yang nggak terduga. Cerita anak-anak, tapi konfliknya bau dewasa juga. Gw naksir berat sama Sirius Black, ayah baptisnya Harry yang jadi buronan. Gw selalu punya tendensi simpati kepada orang-orang terlarang, entah kenapa. J.K. Rowling jenius, menurut gw. Kenapa dia nggak jadi professor aja sih?


12. Doctors, by Erich Segal. Novel wajib buat tiap mahasiswa kedokteran. Gw baca ini pas masa kuliah dulu, kalau gw sudah putus asa sama kuliah gw yang bikin pusing itu. Tentang perjuangan mahasiswa-mahasiswa kedokteran Harvard semenjak kuliah sampai mereka praktek jadi dokter beneran. Banyak yang harus dikorbankan buat jadi dokter: berantem sama orang tua, gonta-ganti pacar, sampai terlibat affair sex. Ujung-ujungnya kesimpulannya ya sama: Dokter juga manusia.


13. Ca Bau Kan, by Remy Sylado. Bau romance antara penari cokek pribumi dengan saudagar Cina yang ganteng bin licik, kental mewarnai buku yang inti sebenarnya nyeritain tentang perkembangan masyarakat Tionghoa pada masa kolonial ini. Gw banyak banget dapat wawasan tentang warga Tionghoa dari sini. Oh ya, Tan Peng Liang seksi banget. Kok bisa ya, Remy Sylado bikin gw tergila-gila sama kokoh yang satu ini.


14. Marriageable, oleh Riri Sardjono. Tentang perempuan yang nggak kepingin menikah tapi dipaksa menikah karena sudah dikejar umur. Pelajaran dari sini yang gw tarik adalah, belajarlah untuk memaafkan, mempercayai, dan mencintai orang lain. Cinta akan datang, kalau kamu mau buka hatimu. Yaiks, kok gw jadi sok bijak gini sih? Oh ya, di buku ini ada quote yang gw suka banget: Priest creates marriage, God creates sex. Superb!


15. Candy Candy, by Kimiko Uehara, seri 1-9. Ini komik anime Jepang dari masa kecil gw, hahaha. Biarpun nih komik udah jadul banget, tapi gw nggak pernah bosen baca komik ini berkali-kali. Dan anehnya, gw selalu nangis di adegan yang sama: Waktu Candy putus dari pacarnya si Terry Grandchaster, lalu waktu sepupunya Aristea Cornwell tewas pas lagi nyetir pesawat. Kejutannya adalah ketika di akhir seri ini ketahuan, siapa jodoh Candy sesungguhnya. Tuhan itu ada-ada aja.


Haah..untung cuman 15 buku. Gw nulis ini aja sampai nggak nafas. @Eka, mbok gw tuh di-tag yang lebih gampang aja deh. 15 soundtrack film yang paling gw suka, atau 15 tempat makan yang paling gw inget gitu..